Roya adalah istilah yang merujuk pada pencoretan pada buku tanah pada hak tanggungan yang berarti bahwa hak tanggungan tersebut sudah terhapus. Hal ini merujuk UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah serta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah. Hak tanggungan dimaksud merupakan jaminan pelunasan hutang. Selama hutang kredit belum lunas maka sertifikat tanah atau rumah masih menjadi jaminan bank.

Jika hutang kredit dilunasi hak tanggungan pada sertifikat rumah bisa dicoret. Dan surat roya pun bisa dikeluarkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Apabila Anda tidak mengurus surat roya maka sertifikat masih dianggap sebagai jaminan hutang. Inilah sebabnya mengurus surat roya itu penting untuk dilakukan.

BACA:  Perbandingan Batu Hebel dan Bata Merah dalam Pembuatan Dinding Rumah

Banyak yang masih awam dengan surat roya dan pentingnya mengurus jika Pelunasan KPR sudah selesai. Pada artikel ini mencoba mengulas cara pengurusan surat roya di BPN. Surat Roya tidak dikeluarkan oleh Bank pemberi kredit, akan tetapi oleh BPN.

Pengurusan surat roya bisa dilakukan secara online atau offline dengan langsung datang ke BPN. Pengurusan surat roya online bisa mengunjungi laman htel.atrbpn.go.id dan hanya bisa dilakukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris.

Untuk mengurusnya sendiri ke BBPN ada beberapa dokumen yang harus Anda persiapkan antara lain:

  • Surat permohonan atau Lampiran 13 (tersedia di kantor BPN)
  • Sertifikat tanah asli
  • Sertifikat hak tanggungan asli
  • Satu lembar fotokopi kartu identitas (KTP)
  • Surat permohonan roya dari bank atau kreditur, yang diberikan saat pelunasan cicilan
  • Serta surat perubahan nama, jika ada pergantian nama institusi kreditur

Untuk pengurusan surat roya dimana pemiliknya sudah meninggal maka perlu ditambahkan syarat surat kuasa bermaterai, surat keterangan ahli waris , akte kematian apabila pengurusan dilakukan oleh ahli waris.

Isi formulir roya sesuai KTP dan data yang tertera pada sertifikat. Selanjutnya isi juga lembar form lampiran 13 sesuai data lalu pilih opsi no 10 yang tertulis “Roya atas Hak Tanggungan”.

Siapkan 2 map terdiri dari map untuk dokumen asli dan map lainnya untuk validasi.

Setelah semua dokumen lengkap maka selanjutnya ambil antrean ke loket pendaftaran serahkan dokumen yang telah diisi ke loket pelayanan pendaftaran.Jika nama kita sudah dipanggil petugas, nantinya petugas tersebut akan memintamu untuk mengisi formulir sampul warkah/balik nama (berwarna hijau). Petugas juga akan memberi satu dokumen perubahan nama institusi kreditur (bila ada) untuk difotokopi. Lalu, masukan fotokopi dokumen tadi ke dalam map permohonan roya.

BACA: Cara Memperbaiki Keran Patah di Dalam

Apabila semua dokumen telah diisi, serahkan berkas ke loket pengurusan roya. Selanjutnya, kamu akan dipanggil kembali oleh petugas untuk menerima surat perintah setor dan juga pembayaran. Perlu dicatat, besaran biaya administrasi pengurusan roya ini hanya sebesar Rp50.000. Jika sudah dilunasi, kasir akan memberimu dua lembar kuitansi berwarna merah dan warna putih. Serahkan kedua bukti kuitansi ke loket pengurusan. Apabila seluruh proses telah selesai, kamu akan menerima surat perintah setor, bukit setor, dan tanda terima penyerahan dokumen berwarna putih.

Demikianlah ulasan cara mudah mengurus surat roya di BPN  secara langsung. Mudah bukan? Mengurus sendiri itu lebih mudah dan murah. Memang sedikit repot karena harus antri dan biasanya perlu 2 atau 3 kali datang untuk melengkapi persyaratan yang terkadang terlewatkan. Tapi jika semua syarat sudah lengkap maka prosesnya akan lebih cepat.

Jika anda tidak punya waktu dan tidak mau repot bisa minta tolong Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk menguruskan surat roya.

Semoga bermanfaat.